Detail Cantuman
Advanced SearchText
Berdamai dengan Diri Sendiri
Seni untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan pada diri sendiri
Dalam kehidupan modern ini, manusia menghadapi masalah-masalah baru yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi, salah satunya adalah krisis identitas. Krisis identitas mengakibatkan berbagai hal negatif, seperti hilangnya identitas dan rasa tidak damai dalam diri.
Buku ini bisa menjadi obat sekaligus jawaban akan berbagai permasalahan tersebut. Berdamai Dengan Diri Sendiri menjawab permasalahan krisis identitas dan juga memberi cara untuk menjadi pribadi yang otentik.
Dalam Pimtar ini, Anda akan menjadi diri yang lebih damai dan bahagia dengan cara berdamai dengan ketidaksempurnaan, mencari potensi diri yang terpendam, hingga cara memandang potensi orang lain.
Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari dari buku ini antara lain:
apakah kekurangan bisa dihilangkan;
bagaimana menjadi pribadi yang otentik;
kenapa visi penting dalam membangun karakter seseorang;
kenapa sosok figur penting dalam membangun karakter seseorang; dan
apa yang membuat seseorang terkena krisis identitas.
Pentingnya mencari figur yang layak dicontoh dan berupaya untuk menjadi pribadi yang otentik
Saat ini, banyak nilai-nilai dalam kehidupan manusia yang telah dipengaruhi oleh berbagai kemajuan teknologi. Misalkan kata ‘cakep’ yang disematkan pada mereka yang berkulit putih mulus, rambut hitam dan tebal, serta berbadan langsung.
Definisi ‘cakep’ tersebut dibentuk melalui tontonan di berbagai media di mana mereka yang menampilkan figur-figur yang memiliki paras ‘cakep’ tersebut.
Suka tidak suka, mau tidak mau, ungkapan “cantik itu relatif” sebenarnya memang betul. Pada dasarnya, standar kecantikan tidak bisa disamakan.
Bisa Anda bayangkan bagaimana jika semua orang di dunia ini memiliki paras seperti yang dideskripsikan kata ‘cakep’ tadi. Tentu hal itu akan dianggap biasa dan tidak istimewa. Mungkin ketika hal itu terjadi, kata ‘cakep’ akan digambarkan dengan hal-hal yang berkebalikan dari standar sebelumnya.
Seandainya banyak manusia yang sadar akan relativitas ini, pasti mereka tidak akan mudah memberi cap buruk kepada seseorang berdasarkan penampilan fisiknya. Hal ini juga akan menyelamatkan mereka dari jeratan iklan dan trend masa kini yang sangat konsumtif.
Masalah lainnya, seperti adanya figur-figur yang memiliki kehidupan yang glamor, sensasi yang tidak penting, dan prestasi yang begitu-begitu saja. Mereka juga jadi memiliki suatu hasrat untuk memamerkan hal tersebut kepada khalayak supaya mendapatkan popularitas dan pengakuan yang semu.
Jadi sangat penting bagi Anda untuk mencari seseorang figur yang layak untuk dicontoh. Figur yang layak dicontoh ini penting bagi Anda untuk melawan arus kehidupan di era global yang kian hari makin deras.
Intinya, dari hal-hal penting di atas, Anda harus bisa menjadi pribadi yang otentik. Menurut Robbins ada lima prinsip dasar yang diperlukan untuk menjadi pribadi yang otentik, yaitu :
know your self (ketahui siapa dirimu),
transform your fear (ubah ketakutan dalam dirimu),
express your self (tunjukan dirimu yang sesungguhnya),
be bold (beranilah), dan
celebrate who you are (rayakan semua itu sebagai bentuk rasa syukur).
“Musuh terbesar dalam kehidupan sebenarnya tidak lain adalah diri kita sendiri.”
Mike Robbins
Tanamkan mindset pada diri Anda bahwa kekurangan itu adalah rahmat
Banyak orang keliru dalam memahami nasib. Mereka seringkali menyamakan antara nasib dengan kekurangan yang ada di dalam diri mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah segala hal buruk yang ada pada hari ini merupakan buah dari perbuatan di masa lalu.
Karena kekeliruan tersebut, banyak orang yang menjadi cepat putus asa. Solusinya, teruslah berpikir positif karena pikiran yang positif akan membentuk nasib hidup kita menjadi positif pula.
Terkait hal-hal buruk yang disematkan orang lain kepada Anda, sejatinya Anda memiliki hak untuk acuh. Anda boleh acuh terhadap ekspetasi-ekspetasi yang tidak penting dan fokus pada apa yang Anda mau. Anda pun tidak perlu mengikuti semua trend yang ada karena hal itu juga belum tentu cocok untuk diri Anda.
Anda harus berani berbeda demi terbentuknya kepribadian yang otentik. Menurut Mike Robbins, kepribadian yang otentik dapat pudar karena terlalu banyak mendengarkan apa yang orang lain katakan pada Anda.
Daripada mendengarkan omongan orang lain, lebih baik Anda mendengarkan kata hati, Anda karena kata hati tidak pernah berbohong.
Selain itu, Anda juga harus menanamkan mindset pada diri Anda bahwa kekurangan adalah rahmat. Walaupun terdengar agak janggal, tapi ini benar adanya.
Telah sering dibuktikan oleh banyak orang bahwa kekurangan yang ada di dalam mereka seharusnya menjadi motivasi untuk menjadi orang yang sukses. Misalnya Nick Vujicic yang lahir tanpa kedua lengan, namun ia tetap bisa sukses menjadi seorang motivator.
Intinya, setiap orang di dunia ini, termasuk Anda, memiliki potensi yang sama. Semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Maka dari itu, seyogyanya dimanfaatkan dan dikembangkan.
Cara yang bisa Anda tempuh untuk menjadi pribadi yang damai
Banyak orang merasa hampa atas aktivitas hidupnya yang stagnan. Pada puncaknya mereka akan kehilangan arti keberadaan diri di tengah hiruk pikuk manusia lainya di dunia ini. Seseorang akan berubah ketika dia berpikir akan eksistensinya.
Dalam buku Zulfikar Alimudin, The New You, ada tiga hal yang membuat seseorang menjadi berubah, yaitu kegetiran, kegelisahan, dan tantangan. Namun terkadang perubahan ini terhambat oleh kondisi yang nyaman.
Mungkin kadang-kadang terlewat pemikiran “buat apa berubah? Begini saja sudah enak kok.” Pada faktanya memang tidak banyak yang lulus dari ujian rasa nyaman.
Ada cara yang dicetuskan oleh Mike robbins untuk mengenali diri lebih dalam lagi.
memberikan perhatian lebih kepada diri sendiri,
mempelajari tentang karakter diri,
apresiasi kelebihan yang dimiliki,
berdamai dengan kekurangan,
menanamkan hal-hal sebelumnya sehingga menjadi suatu prinsip, dan
menerima masukan dari orang lain.
Dari enam langkah di atas, Muthia Sayekti merangkumnya menjadi tiga langkah saja. Pertama, kontemplasi atau perenungan secara mendalam terhadap diri sendiri tentang hal yang diinginkan sebenarnya. Kedua, melakukan aksi nyata dari hasil kontemplasi. Ketiga, evaluasi segala aksi yang dilakukan agar berbagai kesalahan tidak terulang kembali.
Adapun masalah ketika Anda sudah mencoba mencari potensi diri tapi ternyata Anda malah merasa tidak memiliki kelebihan apapun. Hal itu terjadi bukan karena Anda tidak punya kelebihan, melainkan karena Anda masih memikirkan beberapa hal negatif seperti omongan orang lain.
Untuk mempermudah proses kontemplasi, Anda dapat berpikir tentang apa yang Anda sering lakukan, paling asyik, paling mudah, dan apa yang selalu Anda impikan.
Dalam proses pencarian potensi diri, Anda juga dapat menggunakan teknik gagal fokus. Gagal fokus di sini berbeda dengan istilah umum yang bermakna negatif. Gagal fokus di sini berarti mengalihkan fokus dari hal-hal negatif kepada hal-hal yang positif.
Dalam memaksimalkan potensi diri, diperlukan juga ruang aktualisasi diri. Dalam ruang ini, Anda dapat menjadi diri sendiri tanpa perlu menuruti tuntutan apa pun dari siapa pun. Ruang ini membuat Anda terhindar dari rasa kesepian.
“Hidup ini tidaklah untuk membuktikan apa pun kepada siapa pun"
Paulo Coelho
Tidak ada orang yang sama persis di dunia ini, maka jangan dibanding-bandingkan
Pada bagian ini, penting untuk memahami visi terlebih dahulu. Visi adalah gambaran masa depan yang diidam-idamkan. Bisa juga diartikan bahwa visi adalah impian masa depan yang ingin diwujudkan untuk membuat hidup lebih baik dari sebelumnya.
Syarat menjadi orang yang visioner selain dari dimilikinya visi adalah rasa damai terhadap masa lalu dan masa sekarang.
Dalam memahami orang lain, tentu Anda harus sadar bahwa setiap orang memiliki visinya masing-masing. Tidak ada orang yang memiliki visi yang sama persis di dunia ini. Untuk memahami orang lain Anda hanya perlu berpikir bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.
Mulai saat ini, janganlah Anda membanding-bandingkan orang lain karena memang setiap orang pasti punya perbedaan. Membanding-bandingkan juga tidak baik untuk seseorang karena akan menurunkan pride dari orang tersebut.
Hidup ini juga tepat apabila disebut sebagai kompetisi antara sekian banyak visi yang ada. Namun sebelum memasuki arena kompetisi tersebut, penting bagi Anda untuk memiliki mental petarung. Banyak orang yang ingin menang namun dia tidak siap untuk kalah. Mental seperti inilah yang haram untuk ada dalam diri Anda.
Sampai di sini seharusnya Anda sudah paham bahwa tidak selayaknya lagi merasa iri terhadap orang lain. Setiap orang memiliki pencapaiannya masing-masing.
Namun Anda juga harus ingat bahwa dibalik hidup Anda, ada orang-orang yang ‘berinvestasi’ kepada Anda, yaitu orang tua. Anda pun harus mewujudkan impian mereka namun tetap tidak meninggalkan potensi yang Anda miliki.
Setelah berbagai hal yang dibahas sebelumnya, sudah saatnya mulai detik ini Anda mulai menerima kenyataan, mencari potensi, dan berdamai dengan kekurangan secara perlahan tetapi tetap berprogres. Jangan pendam lagi rasa ketidaknyamanan Anda karena pada ujungya hal itu akan membuat Anda sakit secara fisik dan mental.
Ketersediaan
| 18-0273 | 155.25 MUT b | My Library | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
155.25 MUT b
|
| Penerbit | Psikologi Corner : Yogyakarta., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
216hlm,20cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786026595973
|
| Klasifikasi |
155.25
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






