Detail Cantuman
Advanced SearchText
Sesuk
Gadis sebenarnya merasa berat pindah dari kota ke rumah tua di tengah perkebunan. Rumah besar itu terkesan angker karena tidak terawat dan terpisah dari perkampungan. Namun, karena ayah dan ibunya berjanji lebih banyak di rumah usai insiden jatuhnya Ragil, Gadis menerima keputusan itu dengan lapang dada.
Dua pekan pertama pindah rumah ternyata mengasyikkan. Tak hanya bagi Gadis, tetapi juga bagi adiknya, Bagus. Ayah selalu di rumah, melakukan berbagai perbaikan hingga mengecat rumah tersebut. Ibu tidak pernah pegang gawai, sibuk memasak dan menemani Ragil. Gadis yang mudah bergaul sudah mengenal hampir seluruh penduduk kampung. Ia juga memiliki teman-teman yang menyenangkan.
Pekan ketiga, suasana mulai berubah. Ayah mulai sibuk bekerja di luar rumah lagi. Bahkan berhari-hari tidak pulang. Ibu yang seorang artis juga mulai sibuk dengan gawainya, lalu pergi ke ibukota karena mendapatkan peran yang menantang di film terbarunya. Saat itulah ‘horor’ dimulai.
Bagus hilang. Gadis panik. Di tengah kelelahannya mengurus rumah dan menjaga adik, siswi kelas enam SD itu harus ke sana ke mari mencari Bagus. Sampai warga kampung membantunya mencari Bagus ke segala penjuru. Dua hari kemudian, Bagus ditemukan. Anehnya, sejak saat itu, Bagus ketakutan melihat ayah dan ibu. Berteriak bahwa keduanya dari dunia yang berbeda. Warga kampung menyebut Bagus kesurupan Jongen, hantu bocah yang paling mereka takuti. Apalagi beberapa hari sebelum hilangnya Bagus, beberapa peristiwa aneh terjadi. Misalnya sejumlah domba dan bebek mati mendadak tanpa sakit tanpa luka. Setelahnya lebih aneh lagi. Pohon besar yang kata penduduk desa ada penunggunya, hanya dalam semalam daunnya berubah warna. Pun waduk yang airnya berubah menjadi merah seperti darah.
Di tengah kecurigaan penduduk, ayah dan ibu mendatangkan seorang psikiater untuk membantu Bagus. Sesuk, namanya. Dokter Sesuk. Gadis curiga dengan psikiater tersebut. Selalu berpakaian serbahitam. Celana kain hitam, jas hitam, sepatu hitam. Tampak tak pernah berganti pakaian. Wajahnya selalu tegas, tatapannya tajam. Tak pernah terlihat lelah. Lebih dari itu, ia tahu banyak hal tentang Bagus.
Siapa Sesuk sebenarnya? Siapa bocah mirip Bagus yang dilihat berkeliaran malam-malam oleh petugas ronda? Bahkan dilihat sendiri oleh Gadis di pohon besar, lalu di kebun jagung, dan di anak tangga rumahnya menuju lantai dua. Benarkah kecurigaan penduduk bahwa Bagus dirasuki oleh Jongen yang berpuluh tahun sebelumnya membunuh banyak orang lalu menjadi hantu gentayangan?
Ketersediaan
| 22-0004 | 889.2213 TER s | My Library (800) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
889.2213 TER s
|
| Penerbit | Sabakgrip : Depok., 2022 |
| Deskripsi Fisik |
327hlm,21cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786239987886
|
| Klasifikasi |
889.2213
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






