<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11679">
 <titleInfo>
  <title>Dandelion</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iwok Abqary</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>200hlm; 20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Novel ini mengusung kisah cinta beda kasta. Sebuah kisah klasik. Namun ia tampil beda. Bukan cerita cinta yang cengeng, bukan pula bertabur mimpi ala dongeng khas sinetron. Membacanya, saya seperti dipampangkan pada sisi realita kehidupan. Bahwa hidup adalah pilihan. Cinta memang milik siapa saja. Tapi berpijak pada kenyataan, tidak lantas menjadikan cinta berkurang kadarnya.&#13;
&#13;
Ada dua pilihan. Yang pertama, keukeuh mempertahankan cinta tanpa memedulikan jurang perbedaan yang menganga lebar. Resikonya, tentu butuh usaha yang sangat keras, yang akan menyedot banyak energi, dan bukan tidak mungkin membuat berdarah-darah.&#13;
&#13;
Pilihan kedua, berpikir realistis dan berdamai dengan keadaan. Melepas cinta, lalu membina hubungan baru dengan seseorang yang lain yang lebih sepadan. Ini jalan aman yang juga tidak mudah.&#13;
&#13;
Masing-masing pilihan memiliki konsekuensi. Dan kita harus belajar menghargai apa pun pilihan yang ditempuh. Di sinilah saya merenungi bahwa jalan cinta pada setiap orang tidak bisa disamaratakan.&#13;
&#13;
Maka novel ini sangat menarik. Dengan menggunakan dua sudut pandang bergantian antara Yara dan Ganesh, membuat pembaca lebih bisa merasakan gejolak emosi masing-masing tokoh. Dan meski penulisnya laki-laki, pada bagian Yara, sisi keperempuanannya terolah dengan baik. Namun sepertinya posisi Yara lebih dititikberatkan, sehingga Ganesh agak sedikit ‘terlupakan’ pada bagian dia pasca lulus SMA. Tidak terlalu diperlihatkan apa aktivitas Ganesh, sebelum ia menemukan jalannya, pada menulis.&#13;
&#13;
Deskripsi setting cukup detil dan meyakinkan. Beberapa bagian Singapura dikuasai Iwok Abqary dengan baik. Demikian juga dengan deskripsi tokoh, tergambarkan jelas. Ganesh yang cakep dan baik dengan kesederhanaannya, Yara yang cantik dan tidak sok kaya meski berayah pengusaha hebat, lalu Ganesh yang ganteng dan mapan serta dewasa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Novel Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221 IWO d</classification>
 <identifier type="isbn">978602030431</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>e-Library SMAN Sumatera Selatan Perpustakaan Terakreditasi A | NPP: 1671021E1000003</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 IWO d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">24-0136</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (800)</sublocation>
    <shelfLocator>899.221 IWO d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>DAn.PNG.PNG</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11679</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 09:33:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 09:33:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>