<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12240">
 <titleInfo>
  <title>Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yoo Eun-Jung</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>240 hlm., 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Psikologi emosi untuk kamu yang berusaha menyembunyikan rasa sedih dan kesal dari orang lain.. Jangan berikan hatimu kalau untuk dilukai</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Luka hati selalu disebabkan oleh orang-orang yang paling dekat dengan kita. Semakin kita membuka diri dalam sebuah relasi, semakin rentan kita tersakiti. Ingin menyenangkan orang lain, berusaha keras memenuhi standar mereka, kita pun berharap mendapat timbal balik yang setara, bahkan lebih. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Namun, mestikah kita menutup diri dari semua relasi dalam hidup kita? Menjadi dingin dan apatis hingga melewatkan kesempatan untuk menjalani hidup yang menyenangkan?&#13;
Yoo Eun-Jung, lewat pengalamannya sebagai psikiater, telah bertemu banyak pasien yang terluka hatinya karena relasi dengan keluarga, teman, kolega, dan pasangan. Dalam buku ini, ia menuliskan &quot;resep psikologis&quot; untuk melindungi diri dan perasaan kita sendiri dalam sebuah relasi. Sebuah penguat bagi orang-orang muda untuk mencapai kemandirian emosi, dengan belajar mengenali diri sendiri, berfokus pada perasaan sendiri, dan menyampaikan kebutuhannya kepada orang lain. Sebab, siapa lagi yang bisa menjadi pendukung terbaik bagi diri kalau bukan kita sendiri? Buku “Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti” memiliki efek yang bagus untuk penguatan mental terhadap diri</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>SELF-IMPROVMENT</topic>
</subject>
<classification>155.25</classification>
<identifier type="isbn">9786020661322</identifier>
<location>
 <physicalLocation>e-Library SMAN Sumatera Selatan Perpustakaan Terakreditasi A | NPP: 1671021E1000003</physicalLocation>
 <shelfLocator>155.25 YOO h</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">26-0151</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library (100)</sublocation>
   <shelfLocator>155.25 YOO h</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Hargai_diri_sendiri_dan_berhentilah_tersakiti.png.png</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>12240</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 13:51:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 13:52:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>